Feeds:
Posts
Comments

Aku Tak Akan Menyerah

“Jangan menyerah, nak, karena ibu juga tak akan pernah menyerah. Berikan ibu kesempatan sekali lagi untuk mencintai dan memanjakan dirimu, nak. Tolong jangan menyerah.”

Kalimat di atas terucap dengan lirih dari mulut seorang ibu yang bayinya yang berusia sekitar dua tahun yang terbaring koma di sebuah rumah sakit di Cina.

Ya, tentu kita semua tahu tentang tragedi kecelakaan yang akhirnya menewaskan balita bernama Wang Yue. Kejadian yang tragis ini bahkan sampai detik ini masih mengundang kemarahan dunia karena sikap tak peduli yang ditunjukkan oleh 18 orang yang melewati tubuhnya yang tak berdaya. Continue Reading »

Teruntuk Kamu, Para Sahabat…

Kalau ada yang bertanya “Apa yang paling kamu rindukan saat ini, Jo?”, sejujurnya ada satu hal yang sangat aku rindukan. Jalan-jalan bersama para sahabat yang mungkin saat ini telah memiliki kesibukan masing-masing. Pemikiran ini muncul ketika seorang sahabat memberikan kabar kalau ia sedang berada di sebuah pulau favoritku. Rasanya langsung ingin menangis secara jadwalku tidak memungkinkan untuk mengambil cuti liburan sampai satu tahun ke depan, hiks.

Continue Reading »

Hai, Jo. Apa kabar? Aku mampir ke blogmu tapi kayaknya udah lama banget gak pernah di-update ya. Jangan lama-lama dong patah hatinya. Masih banyak yang sayang kok sama kamu. Lagian ngapain juga kamu jadi kayak gini hanya karena seseorang yang udah memperlakukan kamu layaknya sampah yang cuma dipakai buat memenuhi kebutuhan biologis dia doang. Aku tunggu tulisan kamu yang inspiratif lagi ya. Best wishes :)

Email di atas aku terima kira-kira setengah jam yang lalu. Ketika membacanya hingga selesai, jujur, aku sudah tidak bisa lagi merasakan rasa sakit atau tersinggung. Mungkin sebagian orang yang dapat memahami arti “memperlakukan kamu layaknya sampah yang dipakai buat memenuhi kebutuhan biologis” akan mengernyitkan dahi, bertanya-tanya “Masa sih Jo mau diperlakukan seperti itu?” atau “Ah, gak mungkin, Jo kan smart jadi gak mungkin kalau dia diam aja diperlakukan seperti itu.” Continue Reading »

Good To Be Back

Tahukah kamu bahwa memecahkan vas cantik di meja ruang tamu jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan merekatkan kembali serpihan keramik yang bertebaran tak tentu arah? Layaknya menyusun sebuah puzzle, ketika akhirnya serpihan tersebut semuanya dapat direkatkan kembali vas tersebut tak dapat kembali seperti semula. Banyak tanda di mana-mana yang menceritakan bahwa ia pernah jatuh berkeping-keping di lantai hingga seseorang memperbaikinya kembali.

Begitulah dengan hidupku.

Lama tak menulis di blog ini membuat jariku sempat terhenti berkali-kali seperti anak kecil yang terjatuh dari sepeda dan trauma untuk memulai kayuhan pertamanya kembali. Banyak yang berpikir bahwa aku terlalu patah hati hingga tak sanggup melanjutkan hidupku di blog ini lagi. Hmm, mungkin ada benarnya. Atau mungkin aku hanya tidak ingin menulis dalam keadaan marah. Katanya nanti auranya nggak bagus. Jadilah aku menahan diri untuk menulis. Nah ketika amarah telah menghilang dan ingin menulis eh ternyata aku nggak bisa masuk rumahku sendiri. Kuncinya udah ada yang ganti he he he. Setelah pasrah menunggu pintu rumah dibukakan untuk diriku akhirnya kuncinya dikembalikan tapi mood menulis sudah keburu menguap, jadi gimana dong? Tapi puji tuhan, rumah ini masih ada yang merawat. Masih ada juga yang mampir memberi komentar. Jadi begitu masuk rumah ternyata isi rumah nggak sedingin yang aku pikirkan sebelumnya.

Jadi di sinilah aku. Kembali menulis. Kembali tepe sana dan tepe sini. Kembali sok keren. Dan kembali dengan berbagai cerita yang dapat kubagikan kepada teman-teman yang mampir ke rumah ini.

Fiuh, it is really good to be back :)

A Brand New Day

“Jumat malam ini ada waktu, Jo?”

Aku terdiam sejenak mendengar pertanyaan Asti melalui telepon. Ini permintaan keempat darinya setelah tiga permintaan sebelumnya telah kupenuhi.

“Siapa lagi yang mau elo kenalin ke gue, As?” Aku yakin Asti dapat mendengar helaan nafasku dengan jelas.

“Kok gitu sih ngomongnya, Jo? Gue kan nggak dengan sengaja ngundang elo buat gue kenalin ke teman-teman gue. Kebetulan aja pas kita lagi ketemuan ada aja teman gue yang nyamperin.”

“Yeah, right!”

“Ayolah, Jo. Lagian malam minggu ngapain sih ngendon di rumah. Otak elo dipake tidur kelamaan juga bakal mampet lama-lama tau.” Continue Reading »

Coba kamu katakan kepadaku, haruskah aku membencimu karena kamu hadir begitu saja dalam hidupku, meninggalkan banyak sekali kenangan yang hingga detik ini tak bisa hilang dari pikiranku, lalu dengan mudahnya kamu pergi dari hidupku? Haruskah aku mengutukmu karena kamu begitu mudah mengubah perasaan cinta menjadi biasa? Atau sejak semula memang tak pernah ada rasa itu dalam hatimu?

Berkali-kali aku bertanya pada hatiku, apa yang salah dengan diriku sehingga kamu melakukan semuanya ini padaku? Maaf, itu yang selalu kamu ucapkan. Semudah itukah kata maaf terucap? Tolong katakan kepadaku jika memang kata maaf dapat mengembalikan semuanya kembali seperti sediakala di saat kamu belum masuk ke dalam hidupku dan memporak-porandakan apa yang telah kubangun dengan susah payah. Dan tolong kamu katakan pada hatiku untuk tetap percaya pada keajaiban cinta karena ia baru saja mengenal arti percaya. Continue Reading »

Here I Am and Alive

Banyak pengunjung blog ini yang menyapaku secara langsung dan berkata bahwa isi blog ini sangat menginspirasi diri dan hidup mereka. Ada dua rasa yang langsung menghinggapiku setiap mendengar (atau lebih tepatnya membaca) kata-kata mereka.

Yang pertama adalah rasa bahagia. Bahagia karena aku masih memiliki kesempatan membagi setiap pengalaman yang terjadi di dalam hidupku kepada mereka yang ternyata memiliki pengalaman yang hampir sama. Continue Reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.