Feeds:
Posts
Comments

Rainbow After The Rain

Sehari setelah menulis di blog tentang perasaanku yang sedang tidak jelas, aku akhirnya memutuskan untuk menemui Bony, penasihat spiritual sekaligus sahabatku. Sebenarnya kalau boleh memilih aku lebih suka untuk tidak menemuinya. Bukan apa-apa, penasihatku ini bawelnya setengah hidup. Kalau cuma bawel sih, aku masih tahan. Tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya 99% pedas dan nyelekit tidak hanya bagi telinga namun juga bagi hati. Jika terpaksa bertemu dengannya, sudah bisa dipastikan aku harus menyediakan es batu untuk mendinginkan telingaku.

Hampir satu jam bercengkerama dengan Bony, aku bersyukur masih bisa pulang dalam keadaan hidup (hahaha peace, Bony), bola lampu Lang Ling Lung menyala terang di atas kepalaku. Kami sama-sama mencapai satu pemikiran untuk menyelesaikan masalahku yang seolah-olah tidak pernah ada solusinya dan sepakat bahwa aku harus mulai melaksanakan kesepakatan kami dalam waktu yang sesingkat-singkatnya yaitu keesokan harinya.

Continue Reading »

Nggak Jelas!!!

(Peringatan: Tulisan ini sangat menimbulkan aura negatif. Jangan membacanya jika tidak siap!!!)

Menjadi seorang Jo itu enak. Itu kan yang biasanya selalu muncul di pikiran banyak pengunjung setia blog ini? Jo punya keluarga yang menyayanginya. Jo punya pekerjaan yang cukup mapan sebagai konsultan keuangan. Jo punya banyak sahabat dan teman baik di dunia nyata mau pun di dunia maya. Jo bisa menulis di blog pribadi bahkan diberikan kolom dan satu hari khusus untuk menulis di SepociKopi. Jo punya kekasih yang sangat mencintai dan menyayanginya. Kurang apalagi coba? Yup. Jawabannya cuma satu. Kurang ajar karena Jo jarang banget bersyukur atas semua berkat yang diberikan kepadanya.

Continue Reading »

Paid In Advance

Selama hidupku, aku selalu bersandar pada suatu keyakinan bahwa mama adalah surgaku. Sosok seorang mama selalu menjadi sosok yang sangat mudah untuk dideskripsikan pada sebuah tulisan. Bukan hanya karena mama begitu nyata menjadi seseorang yang berhasil membuat diriku hingga menjadi seperti saat ini. Bukan hanya karena mama begitu penuh perhatian dan kasih sayang telah melahirkan dan membesarkan kami, anak-anaknya. Tapi memang dengan sadar kuakui bahwa mama adalah segalanya bagiku.

Pengakuan akan besarnya jasa seorang mama bagi suatu kehidupan seorang anak menjadi lebih nyata saat aku mengikuti proses kehamilan kakak perempuanku hingga saat ia melahirkan anaknya yang otomatis juga menjadi keponakanku.

Continue Reading »

Kemewahan Sebatang Rokok

Ada-ada saja cara yang dilakukan oleh manajerku untuk menghentikan kegiatan merokok yang akhir-akhir ini menjadi semakin tak terkendalikan. Ups, apa aku bilang kegiatan merokok? Yup. Mata kamu tidak salah membaca. Usahaku sepertinya belum cukup keras. Niat sepertinya belum cukup besar. Buktinya sampai saat ini aku masih merokok.

Meskipun berkali-kali diminta oleh pasangan untuk menghentikan kebiasaan buruk ini, tapi tetap saja yang namanya rokok tetap setia menemani jam kantor. Pagi hari, tiba di kantor, langsung menyalakan sebatang rokok. Menjelang siang saat mempersiapkan bahan meeting, kembali menyalakan sebatang lagi. Sehabis makan siang sudah pasti merokok. Sore, kedinginan, merokok lagi. Belum lagi kalau kerjaan lagi banyak dan mengharuskanku untuk bekerja lembur, wah, kalau itu jangan ditanya deh. Apalagi kalau ditambah lagi ribut sama pasangan, bisa-bisa sepatu melayang kalau ada yang berani ngumpetin rokokku.

Continue Reading »

Tips “Menikmati” Laut

Sudah pada tahu kan kalau aku begitu mencintai ciptaan Tuhan yang bernama laut? Awas aja kalau pada nggak tahu, hehehe. Aku yakin hampir semua pengunjung blog ini juga setuju kalau aku katakan laut adalah salah satu ciptaan Tuhan yang indah dan bisa menenangkan hati saat menikmatinya.

Berikut aku bagikan tips-tips bagaimana cara menikmati laut sehingga bisa membuat kecanduan dan bersemangat untuk berlibur ke laut terus menerus. Silahkan mencoba :)

Continue Reading »

Older Posts »