Tahukah kamu bahwa memecahkan vas cantik di meja ruang tamu jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan merekatkan kembali serpihan keramik yang bertebaran tak tentu arah? Layaknya menyusun sebuah puzzle, ketika akhirnya serpihan tersebut semuanya dapat direkatkan kembali vas tersebut tak dapat kembali seperti semula. Banyak tanda di mana-mana yang menceritakan bahwa ia pernah jatuh berkeping-keping di lantai hingga seseorang memperbaikinya kembali.
Begitulah dengan hidupku.
Lama tak menulis di blog ini membuat jariku sempat terhenti berkali-kali seperti anak kecil yang terjatuh dari sepeda dan trauma untuk memulai kayuhan pertamanya kembali. Banyak yang berpikir bahwa aku terlalu patah hati hingga tak sanggup melanjutkan hidupku di blog ini lagi. Hmm, mungkin ada benarnya. Atau mungkin aku hanya tidak ingin menulis dalam keadaan marah. Katanya nanti auranya nggak bagus. Jadilah aku menahan diri untuk menulis. Nah ketika amarah telah menghilang dan ingin menulis eh ternyata aku nggak bisa masuk rumahku sendiri. Kuncinya udah ada yang ganti he he he. Setelah pasrah menunggu pintu rumah dibukakan untuk diriku akhirnya kuncinya dikembalikan tapi mood menulis sudah keburu menguap, jadi gimana dong? Tapi puji tuhan, rumah ini masih ada yang merawat. Masih ada juga yang mampir memberi komentar. Jadi begitu masuk rumah ternyata isi rumah nggak sedingin yang aku pikirkan sebelumnya.
Jadi di sinilah aku. Kembali menulis. Kembali tepe sana dan tepe sini. Kembali sok keren. Dan kembali dengan berbagai cerita yang dapat kubagikan kepada teman-teman yang mampir ke rumah ini.
Fiuh, it is really good to be back