Jika aku diberi kesempatan untuk menghabiskan masa cuti yang masih berlimpah, kira-kira apa yang akan aku lakukan untuk memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya? Jawabannya pasti banyak yang bisa menebak. Tentu saja aku akan menghabiskan waktu tersebut bersama partner terkasih.
Sebagai hadiah satu tahun hari jadi kami, aku memutuskan untuk memberikan sebuah hadiah istimewa. Karena kami berdua sama-sama mencintai laut, aku mengajak Mei untuk menghabiskan masa cutiku di sebuah resort di kawasan Pelabuhan Ratu. Resort favoritku. Dengan alasan ingin berpetualang (padahal sih alasan sebenarnya karena ingin berhemat secara kami tidak jadi mendapat pinjaman kendaraan, hehehe), kami memutuskan perjalanan ke sana akan kami tempuh dengan ala semi backpackers, hehehe.
Jumat, 16 Oktober 2009…
Sepulang jam kantor, aku menumpang mobil sang manajer yang sangat berbaik hati malah menawarkan aku dan Mei untuk menginap di rumahnya dan menyarankan kami untuk berangkat tidak malam itu melainkan keesokan paginya. Dengan senang hati (tentu saja) aku menerima tawarannya, apalagi memandang hubunganku dengan manajer lebih dari sekedar kolega kerja. Kami pun menjemput Mei yang telah menunggu di sebuah mal di daerah dekat dengan tempat tinggal Mei dan manajerku untuk selanjutnya kami menginap semalam di rumahnya. Malam pertama hidup hedonis kami dimulai di sana. Makan malam yang membuatku sangat kekenyangan hingga sempat membuatku menolak makan lagi di hari-hari selanjutnya dan beristirahat dengan nyaman dalam sebuah kamar yang memang biasa kugunakan bila aku menginap di rumah sang manajer.
Malam pertama hidup hedonis sekaligus merupakan hari istimewa saat Mei menyematkan sebuah cincin di jari manis kiriku. Cincin yang bagiku selama ini hanya merupakan sebuah simbol secara aku lebih melihat hati, namun tetap saja sebagai wanita, aku merasa bahagia saat melihat cincin itu tersemat manis di jariku
Sabtu, 17 Oktober 2009…
Bangun dengan semangat meski pun masih dalam keadaan mengantuk, kami kembali diajak manajerku untuk makan pagi di tengah perjalanan menuju bandara tempat kami akan menumpang bus menuju Bogor. Kami tiba di bandara dan langsung naik ke dalam bus yang memang siap untuk berangkat. Awalnya sih perjalanan kami normal-normal saja. Kami mengobrol ringan, bercanda dan tertawa hingga membuat hampir seluruh penumpang melongokkan kepala mencari sumber keributan. Hingga di tengah jalan tol, tiba-tiba Mei ribut ingin buang air kecil. Kebelet. Sudah di ujung, katanya. Bingung? Jelas banget! Secara bus yang kami tumpangi hanya akan berhenti sejenak mengangkut penumpang yang lain di pintu keluar tol Cibinong. Mei gelisah. Posisi duduknya berubah yang kalau digambar secara grafik mungkin sudah naik-turun seperti pantauan tsunami, hiks.
Mau bercanda untuk mengalihkan rasa kebelet sudah tidak mempan. Yang ada aku terus menerus dipelototi Mei yang semakin berkeringat dingin. Yang ada aku malah jadi ikutan gelisah padahal kebelet aja nggak, hiks. Berbagai saran aku lontarkan kepada Mei dan tidak ada satu pun yang diterima, termasuk saran untuk turun di pintu keluar tol Cibinong, mencari semak belukar agar Mei bisa menyalurkan hasrat buang air kecil dan baru kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus lain dengan tujuan yang sama. “Badan kamu mana bisa nutupin aku dari intipan abang-abang yang ada di sana???”. Ya sudah. Akhirnya kami tetap terdiam dengan kegelisahan masing-masing sambil sesekali aku menghibur Mei untuk bersabar, “Dikit lagi udah pintu tol keluar Bogor, babe. Sabar ya.” Sambil mengelus-ngelus punggung Mei yang langsung mendapat pelototan lagi (kalau lagi kebelet dielus-elus malah makin menderita kali ya, hehehe).
Kisah kebelet mencapai klimaks saat bus sedang berhenti di lampu merah tepat di seberang Terminal Baranangsiang, Bogor, dengan tiba-tiba tanpa pemberitahuan, Mei melesat meninggalkan aku seorang diri dan setengah berlari menuju pintu depan bus dan meminta ijin supir untuk turun di sana saat itu juga. Yang memang langsung diijinkan (padahal secara marka jalan dilarang menurunkan penumpang di sana), dan tinggallah aku seorang diri, melongo, bengong, menerima tatapan dari semua penumpang bus yang mungkin berasumsi kami habis bertengkar, dan baru sadar kalau Mei tidak sepenuhnya meninggalkan aku seorang diri sih, tapi meninggalkan ranselnya yang besar dan beratnya membuatku sempat kebingungan bagaimana cara membawanya secara bawaanku tidak kalah berat, hiks.
Pasrah mempersiapkan tenaga untuk membawa barang-barang yang ada, bus akhirnya berhenti di terminal tepat di samping Botanical Square (kalau nggak salah ingat namanya), dan turunlah aku layaknya orang kota yang terlambat mudik. Sambil melangkah kebingungan karena kembali disadarkan bahwa handphone dan dompet Mei ada padaku, aku hanya dapat berharap Mei memiliki inisiatif untuk meminjam handphone orang lain di jalan untuk mengirimkan sms kepadaku. Dan disanalah kutemukan oase di padang kebingungan. STARBUCK!!! Tanpa ba-bi-bu, kulangkahkan kaki ke dalam Starbuck, memesan latte, menuju smoking area, melepas stres, dan duduk seperti anak hilang.
Tak sengaja kulayangkan pandangan ke arah depan pintu masuk mal, seseorang yang sedang merasuk ke dalam pikiranku tiba-tiba tampak setengah berlari mencari-cari seseorang yang bisa dipastikan sedang duduk manis di smoking area. Sigap, langsung aku berdiri dan meminta tolong seorang petugas keamanan yang berdiri di sampingku untuk menjaga barang-barang, dan dimulailah adegan sinetron. Dengan berlari dan membuat semua pengunjung Starbuck coffee menoleh ke arahku, aku menghampiri dan memanggil Mei. Tenang saja, nggak sampai ada adegan pelukan di depan pintu mal kok, yang ada malahan langsung menarik tangan Mei menuju tempat dudukku, mengucapkan terima kasih kepada sang petugas, dan memulai sesi omelan beruntun yang amat sangat jarang kulakukan. Berkepanjangan kah omelanku? Tentu saja tidak. Begitu melihat wajah Mei yang memelas, langsung deh luluh, dasar wanita :p
Setelah berbelanja sekedarnya di Hypermart setempat, kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan kami menuju Sukabumi. Kami menumpang kendaraan umum yang jauh dari konsep nyaman (namanya juga ala backpacker), sambil sesekali melakukan peregangan darurat secara bagian pinggang ke bawah semakin lama semakin terasa akan copot (umur memang nggak nipu, hehehe) dan terus menerus mengelap wajah yang berkeringat karena panasnya hawa di dalam kendaraan. “Aku nggak tega liat muka kamu kayanya menderita banget deh, babe.” Itu yang sering terlontar dari Mei setiap ia melihatku mengelap keringat di wajah. Dan setiap mendengarnya aku langsung memberikan senyum termanis, “Aku nggak apa-apa kok. Panas tapi nyaman-nyaman aja. Udah sih, babe, tenang aja.”
Setelah menempuh total waktu perjalanan selama kurang lebih lima jam, akhirnya tibalah kami di rumah mertua, hehehe. Entah karena cuaca yang sejuk atau karena sambutan mama dan papa yang hangat, segala kepenatan dan rasa lelah serta merta hilang tak berbekas. Malam itu kami langsung diajak makan malam ala Eropa. Makan apa malam itu? SOSIS!!! Yup, salah satu makanan favoritku. Nafsu makan langsung bangkit lagi saat melihat begitu banyak sosis yang tersedia di meja makan. Akibatnya? Dan aku kembali kekenyangan, hehehe.
Malam kedua hidup hedonis, bercinta di kamar sambil menahan segala desahan dan erangan karena khawatir suara-suara kami malah terdengar hingga ke kamar sebelah, hehehe. Akibatnya? Kembali gigitanku meninggalkan memar di bahu Mei dan kami berdua tidur dengan sangat lelap. Entah karena kelelahan yang disebabkan oleh jauh dan lamanya perjalanan yang telah kami tempuh atau karena lelah sehabis bercinta, hehehe.
To be continued…
pantes ngilang jo…. ternyata…
cepetan sambungannya, gantung ni…
Katanya gada cerita hornymoon?Tp hedonis jg gpp dech.Kakjo n kakmei selamat bersenang-senang
Bok, kok bandara?terminal kali ah.
Bandara teh bandar udara, bukan?hehehe
Ah aku iri dgn kaliaaan,pgn jalan2 bduaan yg jauhan ama pacar. Hiks. Eh, enihei, ikut senang membacanya,selamaaaat
sambungan naa 3some ama ratu pantai selatan, bukan begitu Kapitan??? :mrgeen:
Boleh dicoba tuh kayaknya seruuuuuuu. Hehehe.
Tapi, emang lebih seru lagi kalau sama partner sih. Hiks.
Btw, Mertua kak Jo tinggal di Sukabumi?…
@Rigby, aku ga ngilang kok cuma diumpetin ama my babe
Gantung??? Jemuran kaleeeee
@Revan, emang ga ada cerita hornymoon kok. Kan ini cerita hidup hedonis
@Lushka, my bad
Kurang lengkap nulisnya. Gue naik bus Damri dari bandara hehehehe. Ga usah iri dehhhh, mendingan kita ke 5 stars yukkkk
@Sinyo, ya ampunnnn, kok elo ga jauh-jauh dari selangkangan sihhhhhh
@Babby, ama teman-teman juga seru kokkkk. Tanya aja ama geng gokil hehehe.
Mertuaku tersebar di mana-mana. Lho?!?
Seruuuuu bangett kayaknya…
ikuttttttttttttttt..
weleh-weleh jo!
Mei ngilang, sempet2nya mampir k starbucks.
hasrat menahan buang air kecil memang tak tertandingi. wkwkwkwk
@Zihan, cari temen sendiri gih :p
@LigX, justru untung ada Starbuck hehehe, kalo ga ada bisa awet deh omelanku ke Mei qeqeqeqe
Lho? Kok bisa tersebar dimana-mana? Wah, kak Jo patut dicurigai nih, Kalo mertuanya tersebar dimana-mana, partner nya pun jangan-jangan…??? Mesti dicari infonya neh, buat ditayangin diacara gosip. Hehehehe *bikin geger penduduk Blog Mencintai Jo*
@My baby love, tadaimaaaaa… aku pulanggggg… *big hug
ya ga apa2 deh sekali2 jadi tokoh utama di rumah ini
Akhirnya aku bisa ngacak2 neh rumah lagi setelah sekian lama ga turun gunung, qeqeqe…
Btw, kenapa detail sekali ya kisahku
cRta sLanjutnya Lebih di tekankan pada Honeymoonx donk,heheheheehe
biar bsa sbgai contoh gitu,:-P
mEi. . . . . . . . . . . . . . . . .
Jo. . . . . . . . . .
@Babby, penduduk blog MJ mah ga usah dibikin geger. Semua dah pada tau kalo gebetan Jo tersebar di mana-mana, partner sih cuma satu hehehe :mgreen:
@Mei my babe, okaerinasaiiiiiii… *huge hug
Turun gunung??? Lupa ya kemaren masih di atas???
Ooo… itu belum seberapa detil… tunggu kisah selanjutnya qeqeqe
@Phi, sukanya tekan menekan ya??? hehehe… Kisah honeymoon-nya dibalut kisah hidup hedonis
Ahh dasar, hahaha…
Ngeles mode ON mulu neh kak Jo.
Btw, sejak kapan Blog Mencintai Jo disingkat jadi MJ begitu? Kok sama’an sama singkatan Michael Jackson, kan MJ juga tuh. Yang nggak kreatif siapa ya?
iya deh, gue ga deket2 selangkangan lagi…
btw, balikin tuh galon naaa banci keprukkk…
Mei my beibeeehhh… kolor naaa pooh buncit udah dipake kah????
hai jo..ini pertama kalinya aku baca web kamu lho. . .kereen n really interesting…btw, aku baru belajar buat blog juga…would you come to my blog and leave a comment please? =)
@Babby. aduh aku dah ga perlu ngeles, lagian ga punya waktu buat ngeles, btw ngeles mata pelajaran apa dulu neh?
Yah, at least masih mending deh disamain sama Michael Jackson daripada diartiinnya jadi Muka Jelek
@Sinyo, gue ga perlu galon kale :p
@Myu, hey, thank you dah mampir di blog ini ya. Salam kenal
Btw, mungkin kamu bisa share alamat blog kamu di komen jadi aku bisa mampir
Kwakakakak….
Ada nggak pelajaran tepe-tepe, kali aja ada yang kesangkut, hahahaha emang jemuran *jayus ahh*
Lebih mending lagi, kalau MJ diartiin jadi Mirip Jupe, hahaha Julia Perez gitu lho, hehehe
http://blueberrymuffinlovers.blogspot.com
@Babby, Mirip Jupe???? Ogahhhhhhh
Btw, temen gokil kita yang satu itu kemana ya? Hikssss
@Myu, thank you
menghabiskan cuti/liburan bersama pasangan adalah hal yang paling menyenangkan walau terkadang diselingi ‘little accident’ .. tapi semua terbayar dengan cinta yang menggelora (jadi inget perjalanan liburan ke anyer, dapat cincin juga) … selamat ya buat cincin-nya …
oalaahhh…kirain menghilang kemana…..
)
ternyata lagi pendalaman ilmu sama Mei toh hahahaha…..Lanjutkan!! (ceritanya
@Putri, makasih yaaaaa
@Jill, sesi ini belum seberapa ilmunya qeqeqe
Iyahh… Kemana ya?
Kita Bikin Tim densus 88 part 2 yuks kak, buat cari dia.
*Untuk Jupe, dimanapun kamu dan kami berada, kami akan selalu mengingat kamu.*