Selasa, 20 Oktober 2009…
Niat awal kami sih pagi ini ingin mengejar momen matahari terbit di bagian lain cottage ini, tapi ternyata niat tersebut masih kalah oleh rasa ngantuk meskipun telah menikmati lelapnya tidur semalaman suntuk. Iya deh, aku ngaku, bukan cuma tidur sih tapi juga “tidur”. Apalagi saat terbangun di pagi hari, begitu mata melek eh yang terpampang persis di depan mata langsung pemandangan indah. Bagaimana tidak indah secara tinggal menjulurkan lidah langsung terdengar erangan di pagi hari. Alhasil kami menghabiskan hampir seluruh pagi dengan melakukan olahraga deh. Sudah, tidak usah protes, olahraga kan bisa dilakukan di mana saja, bukan?
Kami baru keluar kamar setelah menyadari naga-naga dan gembel-gembel kami tidak lagi sekedar menggerutu dan telah sampai di tahap berteriak marah. Bekal makanan mama dari Sukabumi yang sebelumnya sempat kami tolak dengan gaya sok jual mahal ternyata malah menyelamatkan kami dari amukan penghuni lambung. Yup. BACANG again!!! Dan seperti hari-hari sebelumnya tentu saja porsi makan Mei jauh lebih banyak daripada porsi makanku. Ngelesnya sih karena katanya, dia yang lebih banyak berolahraga hahaha.
Kami menghabiskan waktu setelahnya dengan berbaring di gazebo yang letaknya sangat romantis. Gazebo yang merupakan tempat terfavorit-ku setiap aku menghabiskan waktu di tempat ini karena letaknya yang berada tepat di depan pantai laut selatan. Aku merasakan kedamaian yang luar biasa saat mataku dengan laparnya memandang lautan lepas di depan kami. Dan aku bisa melihat Mei merasakan hal yang sama dengan apa yang kurasakan (anggap saja aku sok tahu).
Kami mengobrol ringan sambil melontarkan candaan-candaan jayus sambil menunggu Akang Soleh selesai menyiapkan makan siang kami. Heh?!? Apa aku menyebutkan makan siang??? Hiks, itulah sebabnya aku memberi judul Hedonism, sekarang kalian tahu alasannya kan?
Makan siang dengan menu udang bakar, cumi goreng tepung dan tumis kangkung membuat kami serta merta melupakan kegelisahan kami yang masih berusaha membuang kalori yang bertumpuk akibat bermalas-malasan di Gazebo. Kami sadar kok, penghuni cottage yang lain pasti berpikir “Now we know where the fat are coming from.” Dan untuk menebusnya kami lalu melakukan olahraga favoritku, BERENANG. Tidak maksimal sih secara setiap kami ingin melaju selalu saja terhalang oleh abege-abege bule yang malah mengobrol di dalam kolam dan bolak-balik tidak jelas (pembelaan diri mode ON).
Setelah membersihkan diri sehabis berenang, dengan penampilan yang cukup keren tapi tidak sesuai dengan aturan busana pantai yang seharusnya (baca: penampilanku), kami memutuskan kembali berleha-leha di gazebo sambil menonton penghuni lain bermain voli pantai, menunggu saat-saat untuk memberikan hadiah yang telah lama ingin aku berikan kepada Mei. Saat itu mungkin Mei tidak sadar kalau aku terus menerus gelisah khawatir tidak dapat memberikan hadiah pada petang itu. Ternyata alam berpihak padaku
Senja itu, kupersembahkan momen terindah selama kami ada di sana. Kami bergandengan tangan berjalan menuju pantai, lalu berdiri diam sambil Mei memelukku dari belakang. Berdua kami menatap langit timur. Dan di sanalah hadiahku berasal. The most beautiful sunset. Aku merekam semuanya dalam ingatanku. Memerhatikan sang matahari perlahan tenggelam dan memperlihatkan semburat jingga di langit sekitarnya. Indah. Menakjubkan.
“Ini hadiah untuk satu tahun hubungan kita, babe. Semoga kamu suka.”
Aku tahu Mei menyukainya. Mulutnya tetap bungkam. Tapi tatapan matanya tak bisa menyembunyikan rasa kagum dalam hatinya. Kurasakan pelukan Mei semakin erat. “Makasih, babe. Aku sayang banget sama kamu ya.” Dan kurasakan kecupan hangat di pipiku meninggalkan rona bahagia.
“Balik ke cottage yuks, babe.”
“Entar sih, sunset-nya belum habis, babe. Bentar lagi ya. Kita berdiri deketan ke laut yuk.” Tanpa menunggu persetujuanku Mei langsung saja menggandengku berjalan lebih jauh ke arah pantai.
Aku yang pada dasarnya penakut sontak memberikan reflek menolak, “Ombaknya makin nyeremin nih, babe. Nggak usah jauh-jauh sih.”
“Nggak apa-apa kok. Kan ada aku. Gulung aja celana kamu biar nggak basah.” Tanpa disuruh pun otomatis tanganku bergerak menggulung celana jeans yang tadinya selutut menjadi sepaha. Dengan hati-hati aku berjalan mengikuti Mei dan menyadari ombak semakin menghampiri hingga mencapai lututku. Berkali-kali aku membelakangi untuk menjauhi pantai dan meminta Mei untuk kembali ke cottage dan saat itulah…
BYURRRRR!!! Ombak tiba-tiba menggulungku dari belakang dan aku panik terjatuh telentang hingga akhirnya membuat semua pakaian basah luar dalam. Saat itu Mei baru sadar bahwa aku benar-benar ketakutan. Mei yang menyangka aku bercanda segera menarikku dan memelukku tanpa memedulikan penghuni yang lain memerhatikan kemesraan kami.
“Aduh, babe, soriiiii. Aku kira kamu bercanda ternyata kamu bener-bener takut sama air laut ya? Muka kamu lho sampe pucat begitu.” Entah karena masih shock atau memang berusaha mengeluarkan air asin yang sempat tertelan aku hanya mengangguk-ngangguk lemas. Berakhirlah sesi main air laut kami petang itu dan meninggalkan pakaian basah yang membuat persediaan pakaian bersih menjadi berkurang.
Malamnya kami membahas kejadian sore itu sambil nongkrong di sofa ditemani musik dugem yang masih mengalun dari cottage sebelah.
“Ternyata kamu beneran takut air laut ya, babe. Aku pikir tadinya kamu bercanda.”
“Idih, aku mana pernah bercanda dalam hal begitu sih.”
“Ya aku kan taunya kamu suka laut. Mana pernah kepikiran kalau ternyata kamu takut sama air laut. Sumpeh, aku sampe takut pas liat muka kamu pucat banget tadi.”
“Aku emang suka laut tapi aku ga suka main air laut. Ga tau kenapa yang pasti aku takut. Lain kali bercandanya nggak kaya gitu lagi ya, babe, nyam…nyam…” Ternyata kalau habis panik camilan apapun rasanya enak juga hehehe.
“Besok kita berenang di laut ya. Aku mau ngilangin ketakutan kamu ah.”
“Nggak mau. Besok berenang di kolam aja. Eh, kalau enggak malam ini kita berenang di lautan cinta aja, babe, hehehe.”
“Malam ini tidur cepet. Kan subuh-subuh mau ngejar sunrise.” Mendengar jawaban Mei aku cuma cengar-cengir tidak jelas.
Tiba-tiba Mei menanyakan hal yang hampir ditanyakan oleh semua pengunjung blogku, “Kamu belum cerita ke aku alasan kamu suka sama laut, babe.”
“Hmm… kenapa aku suka laut? Suka aja.”
“Yeyyyyy, itu mah bukan alasan kali!”
“Hehehe, iya deh. Alasan kenapa aku suka sama laut karena tiap liat laut aku jadi termotivasi dalam menjalani hidup.” Mulai deh aku berfilosofi.
“Saat aku ada di tepi pantai aku membayangkan diriku berenang atau menaiki kapal menuju satu tujuan yaitu sampai batas cakrawala. Sampai di ujung sana, alih-alih aku menemukan sebuah perhentian, aku malah disadarkan harus terus melaju karena batas cakrawala yang aku capai merupakan bagian tengah laut yang mau tidak mau membuatku terus melaju sampai akhirnya tiba di perhentian yang sebenarnya. Daratan yang kemudian menjadi awal untuk kembali mengarungi laut dan mencari daratan yang paling tepat untuk menjadi pelabuhan terakhir.” Kulihat Mei masih menunggu penjelasanku.
“Sama seperti menjalani hidup. Saat aku memiliki cita-cita, aku tidak dapat langsung melihat tujuanku. Faktanya seringkali aku merasa di tengah-tengah pencapaianku aku seolah-olah menemukan perhentian semu yang semula aku lihat sejak awal sebagai titik akhir. Dan ombak dan badai yang aku temui saat menyeberangi lautan, sama saja dengan rintangan yang kuhadapi saat mencapai tujuanku. Begitu lhoooo, hehehe.” Kulihat Mei hanya memberikan senyum manis. Entah dia memahami alasanku atau malahan tidak bisa menerima deh.
Kami terus mengobrol saling menceritakan masa kecil dan remaja kami masing-masing. Hari itu pun berakhir dengan sopan tanpa desahan dan erangan yang mengundang syahwat para tetangga, karena kali ini kami bertekad dan berniat untuk mengejar matahari terbit esok paginya.
To be continued…
JO…. Malamnya sih enggak (gigling) kan paginya udah,, wkwkwkwkwkwk
Ak senang bgt akhirx kakjoe nulis lg,ak tiap hari buka blog ini cek ada tulisan baru ato g.Hari ini ada,senangnya
ohh.. jadi itu alasannya suka laut
*) ngangguk2 sok ngerti
salam kenal kak jo n kak mei =)
tuLisan yg baguS jO…
meskipun aku gag ngenal secara langsung sosok Jo,
tapi aku bisa ngrasakan gimana sich seorang jo dan mei itu….
saLut dh buat jo…
kpn2 coba buat noveL dumZ….
spa tau bsa jd best seller,:-)
Jo, gw jg suka laut. Tapi dengan filosofi yg berbeda.
Gw suka laut, karena laut adalah muara dari segala aliran air.
Gw suka laut, karena laut adalah tempat matahari terbenam.
Intinya gw suka laut, karena laut adalah simbol penantian yang terjawab.
Indah, tant…. *melongo dasyattt*
Jadi, intinya elo itu Femme kan??? nyebrang jembatan ga brani, suka laut tapi takut nyemplung ke laut…
@Ligx, Kan maunya pagi siang sore malem
@Revan, aduh sampe ga enak ditungguin deh hihihi berasa punya utang jadinya
@tweet-tweet, iya itu alasannya *angguk-angguk
Thanks dah mampir ke blog narsis ini
Salam kenal juga ya
@Phi, masa sih kamu bisa merasakan gimana aku dan Mei? Hayooo, aku gimana? Keren pastinya
@Grey, gue baru tau kalo air itu bermuara di laut, bukannya di sungai ya?
Anyway, emangnya lo lagi menanti siapa neh?
@Babby, AWAS LALER MASUK KE MULUT!!!!
@Sinyo, idih kok elo bawa-bawa label sih? Sejak kapan takut nyebrang ama takut nyemplung nempel dijidat femme? My babe ga takut apa-apa tuhhhh :p
Terharu gw baca episode ini, jo. Ternyata lo banyak jg makannya wkwkwkwk good job, mei!
@Nuage, hahahaha, elo terharu karena gue sukses dididik makan banyak ya??? Ya kita buktikan hasil didikan Mei kalo jadi ketemuan yaaaaaa
Meaningful as usual huh, Jo..
@d’, kan tulisanku memang selalu meaningful
waah bahagianya bisa menikmati sunset berdua .. romantis abisss ..
Happppp *mingkem kilat mode ON*
Setelah baca part ini, aku kok jadi mikir kalau kak Jo nggak keren lagi. Malah cenderung mengarah ke cewek imut, manis, dan manja. Iya ga seh? Hahahaha
part tiga nya muncul juga akhirnyaa
hah??!?? mau berapa episode, Jo?? gapa2 ding, aku tinggal enak baca aja.hehe
aku suka sunrise tapi aku takut mendekati laut
@Putri, iya bahagia banget. Jadi kangen mau ke laut sama my babe lagi
@Babby, hahahaha emangnya selama ini beneran mengakui kalo Jo itu keren??? :p
@Zihn, ya tergantung mood nulis deh. Bisa diatur kok mau jadi berapa part :p
Hahahahaha nggak gitu juga sih, tapi kan sesuai yang digembor-gemborkan selama ini kalau (katanya) kak Jo tu kan keren,Hahaha
ya aku (mau nggak mau) jadi mikir kalau kak Jo emang keren, hehehehe
kak jo bisa aja ngelesnya…
mantan supir bajaj yah…
ha..ha…
@Babby, coba ya kata-kata dalam kurung dihapus semua, biarkanlah Jo tetap menjadi blogger paling keren dan narsis di dunia maya ini *melas mode ON
@Tha, heh? ngeles apanya? Aku dah cape les terus dari kecil qeqeqe. Btw, kalo melihat aku sebegitu bencinya sama supir bajaj bisa jadi sih aku pernah dipecat dengan tidak hormat saat berprofesi jadi supir bajaj hiksssss *ceritanya dendam gitu deh
Hahahahahaha nggak gitu juga sih kan sesuai dengan yang digembor-gemborkan selama ini kalau (……) kak jo emang keren, hahaha.
Ya aku (……..) jadi mikir kak jo emang keren. Hehehe
*Demi permintaan penerima comment, maka sebagian teks yang menurunkan pasarannya sengaja dihapus.* __gak kalah melas Mode ON__
(hehehehehe jadi lucu sendiri deh.)
hahhahahahaha
males deh kaLo Jo,udah kumat narsisnya….:-D
Lohh…kok udah part 3?? Wah ketinggalan
Aq stuju ma den Sinyo…Jo mlh kyk femmenya, tp ngeliat dr percakapannya seh hahaha
Hi jo..
Cerita yg menarik,baru part 3 aja uda keliatan kerennya.
Apa lagi kalo masih byk to be continued-nya ya??
Ditunggu cerita2 keren jo yg laennya..
Btw,aku juga suka laut n pantai.
Filosofimu ttg laut itu semakin membuat aku rindu ma keindahan laut.
@Babby, terima kasih telah mengabulkan permintaanku, hiks. Jadi terharu
@Phi, ya ampun kamu harusnya udah biasa kan menelan kenarsisan seorang Jo
@Jill, payahhhhhh, masa baru ngikutin pas part 3??? Kemana aja???
Aku emang femme kok…kalo di ranjang
@Hanny, tulisannya atau aku-nya yang keren nih? hihihi.
Hahahahahaha sampe segitunya, Tant.
Woles ajaaaa, hehe. Tant, kok jadi kelihatan femme banget yaaa?
Hahaha…ya malah asyik dunk..2 part skaligus..lbh mantaaappp
Femme d rjg? Ow ya, kl itu aq percaya hahaha
jo, manaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa waktu kita ketemuan buktinya elo gak makan????
anyway *menunggu part 4* hopefully makin panas hehehehehe
@Babby, sudahlah lupakan ke-femme-anku hihihi
@Jill, percaya kalo aku ga bohong kannn? :p
@Nuage, itu kan karena gue dah makan sebelum ketemu sama elo :p
Part 4-nya lagi digoreng nih
wkwkwkkw~_~ jooooooooooooooooooooooooooooo~_~…sopan kah aku pgl jo? hehehehe.ampoen kak. peace.. hehe..
tant=tante? hua~_~….tar kakak makin tua loh di buat si babby~_~…haha…….^_^…
Se tomboy2 ny cewek, pasti ada femme nya jg~_~..
jiah,..~_~…tp betul kan? hehehehe…..
kpn aku bisa hidup di sekitar laut yg indah?*tp jgn bertsunami hehee*…Di sana banyak bgt yg pgn aku lakuin~_~!!..nunggu malaikat…bawa aku ke sana.. hehehehe
@Tere, aku yakin malaikat itu pasti datang Theresia. Semua indah pada waktunya, bukan?