Kalau ada yang bertanya “Apa yang paling kamu rindukan saat ini, Jo?”, sejujurnya ada satu hal yang sangat aku rindukan. Jalan-jalan bersama para sahabat yang mungkin saat ini telah memiliki kesibukan masing-masing. Pemikiran ini muncul ketika seorang sahabat memberikan kabar kalau ia sedang berada di sebuah pulau favoritku. Rasanya langsung ingin menangis secara jadwalku tidak memungkinkan untuk mengambil cuti liburan sampai satu tahun ke depan, hiks.
Lalu kenangan-kenangan lain pun menari di dalam kepalaku yang sudah penuh ini. Bisa kubayangkan betapa memberontaknya otakku ketika ia kembali dipaksa untuk mengingat semua kenangan bersama para sahabat di Pulau Dewata kira-kira tiga tahun yang lalu.
Aku pun kembali berpikir. Mengapa semuanya berubah secepat ini? Mengapa kami tidak lagi kami yang dulu, yang selalu bisa menyempatkan diri untuk saling menyapa kabar? Bahkan ketika “No news means a good news“ menjadi terlalu biasa, aku masih saja merindukan saat-saat kami saling mengirimkan sms atau bahkan menelepon untuk bergosip ria. Aku rindu bersekutu dengan beberapa sahabat untuk meledek seorang teman yang sedang jatuh cinta. Aku kehilangan momen di mana kami saling bergantian bernarsis ria di ruang karaoke yang dulu selalu setia mengiringi pertemuan kami.
Sempat aku berpikir, apakah aku yang mengubah semuanya? Apakah seorang kekasih dapat membuat tali persahabatan menjadi renggang? Mungkin saja. Dulu kami bisa selalu bersama, karena masing-masing dari kami memiliki kebutuhan yang bisa kami dapatkan satu sama lain. Namun ketika apa yang kami butuhkan dapat disediakan oleh seseorang bernama kekasih, perlahan tali tersebut semakin merenggang, dan tanpa sadar kami semakin menjauh dan terbungkuskan oleh sebuah hal bernama kesibukan.
Tidak. Aku masih percaya bahwa persahabatan adalah sesuatu yang tumbuh secara alami. Ia bisa datang dan pergi tanpa bisa kita atur. Sama seperti cinta yang selalu terbang melayang dan hinggap dimanapun ia suka. Dan tidak. Rasanya bukan jamannya lagi. Euphoria-nya sudah habis. Kami bukan lagi manusia-manusia yang dipenuhi luapan rasa ingin tahu dan rasa ingin dilibatkan dalam setiap peristiwa yang terjadi pada salah satu dari kami. Kami telah menjadi manusia-manusia dewasa yang sadar bahwa hidup ini bukan melulu diisi oleh dunia maya dan lesbian.
People changed, and so do I. Menjadi sesuatu yang menyedihkan jika dunia sekitarku berubah dan hanya menyisakan diriku yang tetap sama. Tiada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan. Manusia berubah. Dan seiring perubahan itu, aku masih memiliki harapan bahwa persahabatan kami akan tetap ada meskipun bentuknya tidak lagi sama.
Untuk para sahabat yang memiliki kenangan indah bersamaku di Pulau Dewata,
Rasanya mustahil berharap kalian masih rajin membaca tulisan di blog ini. Sama mustahilnya ketika aku berharap untuk terbang ke sana saat ini juga. Tapi aku selalu percaya bahwa alam semesta akan membantuku untuk menyampaikannya kepada kalian. Mungkin kita tak lagi memiliki visi yang sama. Mungkin saat ini prinsip hidup kita telah membuat diri kita semakin terpisah. Mungkin kita telah sama-sama disibukkan oleh realita kehidupan. Yeah, kita tetap harus bekerja di dunia nyata untuk membiayai hidup kita bukan?
Aku tahu kalian pasti berpikir aku sedang mellow saat menuliskan ini. Bukan sedang mellow, kawan, tapi aku memang orang yang selalu mellow. Aku hanya ingin kalian tahu, meskipun kita tidak selalu bersama. Meskipun pikiran kita selalu tak sejalan. Percayalah, aku selalu merindukan saat-saat di mana kita dapat kembali berkumpul bersama, sekedar melepaskan rindu sambil tertawa gila. Menikmati indahnya debur ombak dan kebebasan yang tak kita dapatkan di tempat kita masing-masing. Dan ketika saatnya tiba, meskipun tubuh kita tak seksi lagi seperti saat ini, bahkan ketika kita saling berteriak karena ketulian kita, aku tidak akan pernah ragu untuk memeluk kalian semua dan mengatakan bahwa aku merindukan dan menyayangi kalian
Miiss my bestfrieds too…tiap masa trtentu ‘sahabat’ berganti rupa seiring dimana kita berpijak,namun kenangan mereka slalu terekam indah selama nya…
Slm kenal.
@Thirteen, salam kenal juga