<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mencintai Jo</title>
	<atom:link href="http://mencintaijo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mencintaijo.wordpress.com</link>
	<description>To love is to will the good in the other [Thomas Aquinas]</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Nov 2011 13:58:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mencintaijo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mencintai Jo</title>
		<link>http://mencintaijo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mencintaijo.wordpress.com/osd.xml" title="Mencintai Jo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mencintaijo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aku Tak Akan Menyerah</title>
		<link>http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/22/aku-tak-akan-menyerah/</link>
		<comments>http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/22/aku-tak-akan-menyerah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 12:20:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faith]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mencintaijo.wordpress.com/?p=1119</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jangan menyerah, nak, karena ibu juga tak akan pernah menyerah. Berikan ibu kesempatan sekali lagi untuk mencintai dan memanjakan dirimu, nak. Tolong jangan menyerah.&#8221; Kalimat di atas terucap dengan lirih dari mulut seorang ibu yang bayinya yang berusia sekitar dua tahun yang terbaring koma di sebuah rumah sakit di Cina. Ya, tentu kita semua tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencintaijo.wordpress.com&amp;blog=2643266&amp;post=1119&amp;subd=mencintaijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/22/aku-tak-akan-menyerah/mother-s-love_1574r-011871/" rel="attachment wp-att-1120"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1120" title="mother-s-love_~1574R-011871" src="http://mencintaijo.files.wordpress.com/2011/10/mother-s-love_1574r-011871.jpg?w=100&#038;h=150" alt="" width="100" height="150" /></a>&#8220;Jangan menyerah, nak, karena ibu juga tak akan pernah menyerah. Berikan ibu kesempatan sekali lagi untuk mencintai dan memanjakan dirimu, nak. Tolong jangan menyerah.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat di atas terucap dengan lirih dari mulut seorang ibu yang bayinya yang berusia sekitar dua tahun yang terbaring koma di sebuah rumah sakit di Cina.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, tentu kita semua tahu tentang tragedi kecelakaan yang akhirnya menewaskan balita bernama Wang Yue. Kejadian yang tragis ini bahkan sampai detik ini masih mengundang kemarahan dunia karena sikap tak peduli yang ditunjukkan oleh 18 orang yang melewati tubuhnya yang tak berdaya.<span id="more-1119"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak ingin membahas tentang perasaanku mengenai kedelapan belas orang tersebut. Sama seperti ibu dari Wang Yue yang membiarkan orang-orang tersebut menilai dirinya sendiri, aku juga demikian. Di sini aku ingin membahas bagaimana perasaan seorang ibu yang tetap menaruh harapan agar anaknya tidak menyerah. Agar sang anak tetap berjuang meskipun dokter-dokter ahli telah memberikan pilihan untuk menghentikan sambungan alat-alat yang menopang kehidupan sang anak. Aku bicara tentang semangat yang terus dikumandangkan sang ibu agar sang anak tetap berjuang sampai akhir, meskipun pada akhirnya memang tuhan punya rencana yang lebih indah bagi mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat ketegaran sang ibu, aku seperti ditampar oleh sikapku kepada mama satu tahun terakhir ini. Aku tahu bahwa mama mengandungku selama sembilan bulan di dalam rahimnya. Aku juga tahu bahwa mama sangat menderita di awal-awal kehamilannya mengandung aku. Mual berkepanjangan yang membuat mama tersiksa, larangan makanan favorit mama demi kesehatanku, fisik mama yang berubah menjadi jelek karena kehamilannya, semua itu aku sangat tahu. Ketika banyak orang bercerita betapa stresnya mama saat aku lahir karena tangisku yang tak henti, aku juga tahu akan hal itu. Bahkan aku juga tahu ketika puting mama luka dan pecah karena gigitanku ketika menyusui. Aku juga masih ingat ketika mama menangis saat aku dibawa tetangga tanpa seijin mama. Dan satu hal yang sampai detik ini kuingat, aku tahu ketika mama merawatku, mengajakku bermain, dan beliau tanpa henti tetap berjuang membantu papa mencari nafkah demi membeli susu untuk kakak dan aku.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan yang sangat sederhana lalu muncul di kepalaku. Ya, aku sangat mengetahui semua hal tersebut di atas, tapi apakah aku memahaminya?</p>
<p style="text-align:justify;">TIDAK. Bahkan sampai hari ini aku masih juga menyakiti hati mama dengan kata-kataku. Aku juga masih membuat mama menangis ketika mama lebih memilih untuk tinggal dengan kakak dibandingkan tinggal denganku. Aku membuat mama terdiam tanpa kata ketika aku menilai mama tidak sayang sama aku dan sejak dulu lebih sayang pada kakakku. Aku masih membuat mata mama berkaca-kaca ketika makanan yang ia masak khusus untukku tidak kusentuh sama sekali, SAMA SEKALI.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak memahami ketika aku memaksa mama untuk datang (bukannya aku yang mengunjunginya) itu berarti membuat mama terpaksa menahan sakit kepala berhari-hari akibat mabok naik mobil menuju rumahku. Aku juga tidak memahami bahwa ketika akhirnya mama datang dan menginap, mama lebih banyak tertidur karena kelelahan dan tidak sempat mendengarkan ocehanku yang isinya keluhan pekerjaan dan tugas kuliah.</p>
<p style="text-align:justify;">JANGAN MENYERAH. Dua kata yang kembali membuatku tersadar bahwa aku tak layak menyakiti mama seperti ini. Dua kata yang selalu mama ucapkan ketika aku berkeluh kesah. Mama yang selalu memompa semangatku untuk melakukan apapun yang aku mau. Mama yang selalu memintaku untuk tetap berjuang hingga akhir ketika aku memulai segala sesuatu. Dan bahkan mama tidak pernah menyerah untuk menungguku kembali dengan aku yang dulu, meskipun kata-kata kasar keluar dari mulutku.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak memahami kasih mama yang tak berujung. Tak pernah memahami betapa mama selalu memaafkan kesalahanku dan melupakan semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak, ma. Kali ini aku juga tidak akan menyerah. Sama seperti mama yang tak pernah menyerah untuk terus memperjuangkan kebaikanku, aku juga akan memperjuangkan kebaikanku sendiri. Aku terlalu mencintai mama untuk melihat mama merasa serba salah ketika harus memilih kakak atau aku. Aku terlalu mengasihi mama untuk melihat mata mama kembali berkaca-kaca melihat sikap kasarku.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak, ma. Biarkan kali ini aku yang akan berjuang. Memperjuangkan segala cara agar aku dapat memahami bahwa aku begitu menyayangi mama sehingga aku tak layak menuntut kasih yang lebih dari yang bisa mama berikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Demi sembilan bulan di dalam kandungan mama. Demi dua tahun air susu ibu yang mama selalu berikan. Dan demi 32 tahun kehidupan yang telah mama berikan. Aku akan berjuang untuk selalu mencintai dan menyayangi mama. Aku tak akan pernah menyerah, ma.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mencintaijo.wordpress.com/category/faith/'>Faith</a>, <a href='http://mencintaijo.wordpress.com/category/personal/'>Personal</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mencintaijo.wordpress.com/1119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mencintaijo.wordpress.com/1119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mencintaijo.wordpress.com/1119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mencintaijo.wordpress.com/1119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mencintaijo.wordpress.com/1119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mencintaijo.wordpress.com/1119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mencintaijo.wordpress.com/1119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mencintaijo.wordpress.com/1119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mencintaijo.wordpress.com/1119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mencintaijo.wordpress.com/1119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mencintaijo.wordpress.com/1119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mencintaijo.wordpress.com/1119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mencintaijo.wordpress.com/1119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mencintaijo.wordpress.com/1119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencintaijo.wordpress.com&amp;blog=2643266&amp;post=1119&amp;subd=mencintaijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/22/aku-tak-akan-menyerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0653b5d08741d8e93721ce5e42818edd?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mencintaijo.files.wordpress.com/2011/10/mother-s-love_1574r-011871.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">mother-s-love_~1574R-011871</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teruntuk Kamu, Para Sahabat&#8230;</title>
		<link>http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/17/teruntuk-kamu-para-sahabat/</link>
		<comments>http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/17/teruntuk-kamu-para-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 06:58:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faith]]></category>
		<category><![CDATA[Friendship]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mencintaijo.wordpress.com/?p=1114</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada yang bertanya &#8220;Apa yang paling kamu rindukan saat ini, Jo?&#8221;, sejujurnya ada satu hal yang sangat aku rindukan. Jalan-jalan bersama para sahabat yang mungkin saat ini telah memiliki kesibukan masing-masing. Pemikiran ini muncul ketika seorang sahabat memberikan kabar kalau ia sedang berada di sebuah pulau favoritku. Rasanya langsung ingin menangis secara jadwalku tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencintaijo.wordpress.com&amp;blog=2643266&amp;post=1114&amp;subd=mencintaijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/17/teruntuk-kamu-para-sahabat/friend/" rel="attachment wp-att-1116"><img class="alignright size-medium wp-image-1116" title="friend" src="http://mencintaijo.files.wordpress.com/2011/10/friend.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a>Kalau ada yang bertanya &#8220;Apa yang paling kamu rindukan saat ini, Jo?&#8221;, sejujurnya ada satu hal yang sangat aku rindukan. Jalan-jalan bersama para sahabat yang mungkin saat ini telah memiliki kesibukan masing-masing. Pemikiran ini muncul ketika seorang sahabat memberikan kabar kalau ia sedang berada di sebuah pulau favoritku. Rasanya langsung ingin menangis secara jadwalku tidak memungkinkan untuk mengambil cuti liburan sampai satu tahun ke depan, hiks.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1114"></span>Lalu kenangan-kenangan lain pun menari di dalam kepalaku yang sudah penuh ini. Bisa kubayangkan betapa memberontaknya otakku ketika ia kembali dipaksa untuk mengingat semua kenangan bersama para sahabat di Pulau Dewata kira-kira tiga tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pun kembali berpikir. Mengapa semuanya berubah secepat ini? Mengapa kami tidak lagi kami yang dulu, yang selalu bisa menyempatkan diri untuk saling menyapa kabar? Bahkan ketika &#8220;<em>No news means a good news</em>&#8220;<em> </em>menjadi terlalu biasa, aku masih saja merindukan saat-saat kami saling mengirimkan sms atau bahkan menelepon untuk bergosip ria. Aku rindu bersekutu dengan beberapa sahabat untuk meledek seorang teman yang sedang jatuh cinta. Aku kehilangan momen di mana kami saling bergantian bernarsis ria di ruang karaoke yang dulu selalu setia mengiringi pertemuan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Sempat aku berpikir, apakah aku yang mengubah semuanya? Apakah seorang kekasih dapat membuat tali persahabatan menjadi renggang? Mungkin saja. Dulu kami bisa selalu bersama, karena masing-masing dari kami memiliki kebutuhan yang bisa kami dapatkan satu sama lain. Namun ketika apa yang kami butuhkan dapat disediakan oleh seseorang bernama kekasih, perlahan tali tersebut semakin merenggang, dan tanpa sadar kami semakin menjauh dan terbungkuskan oleh sebuah hal bernama kesibukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak. Aku masih percaya bahwa persahabatan adalah sesuatu yang tumbuh secara alami. Ia bisa datang dan pergi tanpa bisa kita atur. Sama seperti cinta yang selalu terbang melayang dan hinggap dimanapun ia suka. Dan tidak. Rasanya bukan jamannya lagi. Euphoria-nya sudah habis. Kami bukan lagi manusia-manusia yang dipenuhi luapan rasa ingin tahu dan rasa ingin dilibatkan dalam setiap peristiwa yang terjadi pada salah satu dari kami. Kami telah menjadi manusia-manusia dewasa yang sadar bahwa hidup ini bukan melulu diisi oleh dunia maya dan lesbian.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>People changed</em>, <em>and so do I. </em>Menjadi sesuatu yang menyedihkan jika dunia sekitarku berubah dan hanya menyisakan diriku yang tetap sama. Tiada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan. Manusia berubah. Dan seiring perubahan itu, aku masih memiliki harapan bahwa persahabatan kami akan tetap ada meskipun bentuknya tidak lagi sama.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Untuk para sahabat yang memiliki kenangan indah bersamaku di Pulau Dewata, </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Rasanya mustahil berharap kalian masih rajin membaca tulisan di blog ini. Sama mustahilnya ketika aku berharap untuk terbang ke sana saat ini juga. Tapi aku selalu percaya bahwa alam semesta akan membantuku untuk menyampaikannya kepada kalian. Mungkin kita tak lagi memiliki visi yang sama. Mungkin saat ini prinsip hidup kita telah membuat diri kita semakin terpisah. Mungkin kita telah sama-sama disibukkan oleh realita kehidupan. Yeah, kita tetap harus bekerja di dunia nyata untuk membiayai hidup kita bukan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Aku tahu kalian pasti berpikir aku sedang mellow saat menuliskan ini. Bukan sedang mellow, kawan, tapi aku memang orang yang selalu mellow. Aku hanya ingin kalian tahu, meskipun kita tidak selalu bersama. Meskipun pikiran kita selalu tak sejalan. Percayalah, aku selalu merindukan saat-saat di mana kita dapat kembali berkumpul bersama, sekedar melepaskan rindu sambil tertawa gila. Menikmati indahnya debur ombak dan kebebasan yang tak kita dapatkan di tempat kita masing-masing. Dan ketika saatnya tiba, meskipun tubuh kita tak seksi lagi seperti saat ini, bahkan ketika kita saling berteriak karena ketulian kita, aku tidak akan pernah ragu untuk memeluk kalian semua dan mengatakan bahwa aku merindukan dan menyayangi kalian <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em></em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://mencintaijo.wordpress.com/category/faith/'>Faith</a>, <a href='http://mencintaijo.wordpress.com/category/friendship/'>Friendship</a>, <a href='http://mencintaijo.wordpress.com/category/personal/'>Personal</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mencintaijo.wordpress.com/1114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mencintaijo.wordpress.com/1114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mencintaijo.wordpress.com/1114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mencintaijo.wordpress.com/1114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mencintaijo.wordpress.com/1114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mencintaijo.wordpress.com/1114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mencintaijo.wordpress.com/1114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mencintaijo.wordpress.com/1114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mencintaijo.wordpress.com/1114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mencintaijo.wordpress.com/1114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mencintaijo.wordpress.com/1114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mencintaijo.wordpress.com/1114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mencintaijo.wordpress.com/1114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mencintaijo.wordpress.com/1114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencintaijo.wordpress.com&amp;blog=2643266&amp;post=1114&amp;subd=mencintaijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/17/teruntuk-kamu-para-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0653b5d08741d8e93721ce5e42818edd?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mencintaijo.files.wordpress.com/2011/10/friend.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">friend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Semua Tak Lagi Pernah Sama</title>
		<link>http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/14/ketika-semua-tak-lagi-pernah-sama/</link>
		<comments>http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/14/ketika-semua-tak-lagi-pernah-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 03:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Easy Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Faith]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mencintaijo.wordpress.com/?p=1107</guid>
		<description><![CDATA[Hai, Jo. Apa kabar? Aku mampir ke blogmu tapi kayaknya udah lama banget gak pernah di-update ya. Jangan lama-lama dong patah hatinya. Masih banyak yang sayang kok sama kamu. Lagian ngapain juga kamu jadi kayak gini hanya karena seseorang yang udah memperlakukan kamu layaknya sampah yang cuma dipakai buat memenuhi kebutuhan biologis dia doang. Aku tunggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencintaijo.wordpress.com&amp;blog=2643266&amp;post=1107&amp;subd=mencintaijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/14/ketika-semua-tak-lagi-pernah-sama/autumn-leaves-street_42-20714054/" rel="attachment wp-att-1108"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1108" title="autumn-leaves-street_~42-20714054" src="http://mencintaijo.files.wordpress.com/2011/10/autumn-leaves-street_42-20714054.jpg?w=100&#038;h=150" alt="" width="100" height="150" /></a>Hai, Jo. Apa kabar? Aku mampir ke blogmu tapi kayaknya udah lama banget gak pernah di-update ya. Jangan lama-lama dong patah hatinya. Masih banyak yang sayang kok sama kamu. Lagian ngapain juga kamu jadi kayak gini hanya karena seseorang yang udah memperlakukan kamu layaknya sampah yang cuma dipakai buat memenuhi kebutuhan biologis dia doang. Aku tunggu tulisan kamu yang inspiratif lagi ya. Best wishes <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Email di atas aku terima kira-kira setengah jam yang lalu. Ketika membacanya hingga selesai, jujur, aku sudah tidak bisa lagi merasakan rasa sakit atau tersinggung. Mungkin sebagian orang yang dapat memahami arti &#8220;memperlakukan kamu layaknya sampah yang dipakai buat memenuhi kebutuhan biologis&#8221; akan mengernyitkan dahi, bertanya-tanya &#8220;Masa sih Jo mau diperlakukan seperti itu?&#8221; atau &#8220;Ah, gak mungkin, Jo kan <em>smart</em> jadi gak mungkin kalau dia diam aja diperlakukan seperti itu.&#8221; <span id="more-1107"></span>Dua kalimat tersebut mungkin ada benarnya kalau kita membahas masalah ini kira-kira satu tahun yang lalu. Tapi kalau dibahasnya sekarang, hmm, rasanya basi banget deh. Beberapa kali mengalami kegagalan dalam membina tali kasih bersama makhluk tuhan yang paling seksi, aku tidak lantas kapok kok. Sikapku yang diam juga bukan karena aku trauma dan jadi menghindari semua makhluk yang namanya cewek. Wuih, sayang banget kalau dijauhi hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Di saat-saat awal aku akui aku memang sangat terpukul. Dan email dari seorang kawan di paragraf awal tadi sangat mirip dengan pertanyaan yang aku ajukan kepada diriku sendiri. Jangan ditanya berapa juta kali aku memaki mantan dan berapa juta kali pula aku menyalahkan diriku sendiri. Namun seiring berjalannya waktu (eits, bukan waktu yang menyembuhkan diriku ya), aku mulai dapat berpikir dengan kepala yang isinya lebih jernih. Alih-alih merasa disia-siakan, terus terang, saat ini aku justru merasa sangat berterima kasih karena dulu aku diperlakukan seperti itu. Kebayang kan kalau aku tetap diperlakukan dengan manis? Mana bisa aku menolaknya secara aku ini sangat mudah terenyuh oleh sikap manis hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika semua tak lagi sama, aku perlahan mulai membangun kepercayaan diriku. Pekerjaan kantor yang sempat terbengkalai satu persatu aku selesaikan dengan hasil yang maksimal. Tugas-tugas kuliah yang sempat kukerjakan &#8220;ala kadarnya&#8221; mulai kuubah menjadi sesuatu yang unik dan mendapat respon memuaskan dari para dosen dan teman-teman kelompok. Hubungan personal dengan keluarga inti yang tadinya agak dingin kembali hangat. Dan percayalah, semua itu tidak mudah! Berbulan-bulan lamanya aku terus menangis dan menyesali kejadian ini. Semua pengandaian menari-nari di pikiranku. &#8220;Andaikan aku bla bla bla&#8221; atau &#8220;Seandainya dia bla bla bla&#8221;. Aku rasa film India mana pun tidak akan mampu menyaingi drama di kepalaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sekali lagi, ketika semua tak lagi sama, aku mulai bangkit dari keterpurukan. Perlahan aku memberanikan diri untuk kembali aktif di dunia maya meskipun tidak lantas langsung segera menyapa semua teman-teman yang ada seperti yang dulu sering aku lakukan. Bahkan hingga saat ini pun (kebetulan karena jam <em>online</em> semakin terbatas), aku hanya bercengkerama dengan satu dua teman.</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatian para sahabat MJ juga merupakan salah satu hal penting yang menggenggam tanganku untuk bangkit berdiri. Bahkan ada beberapa sahabat yang rutin mengirimkan email menanyakan kabar atau sekedar bercerita ringan yang kadang baru sempat kubalas setelah beberapa email dari mereka masuk ke alamat emailku.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sini, ketika semua tak lagi pernah sama, aku tetap berdiri menatap hari esok yang aku yakini telah disediakan oleh tuhan untuk kunikmati dengan sebaik-baiknya. Hari kemarin bukanlah kesalahan melainkan pelajaran berharga. Hari esok adalah resolusi yang harus dicapai. Dan bagaimana aku menjalani hari ini adalah bagaimana aku membalas semua kebaikan tuhan atas semua hal yang terjadi di dalam hidupku baik itu suka maupun duka.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ketika semua tak lagi pernah sama, masih ada satu hal yang tak akan pernah berubah. Aku adalah Jo. Orang yang sama yang berdiri menghampiri untuk membukakan pintu bagi siapapun yang ingin singgah di rumah ini. Rumah yang penuh dengan segala pengalaman hidup yang semakin membuatku dewasa dalam menghadapi masa depan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Filed under: <a href='http://mencintaijo.wordpress.com/category/easy-reading/'>Easy Reading</a>, <a href='http://mencintaijo.wordpress.com/category/faith/'>Faith</a>, <a href='http://mencintaijo.wordpress.com/category/personal/'>Personal</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mencintaijo.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mencintaijo.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mencintaijo.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mencintaijo.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mencintaijo.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mencintaijo.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mencintaijo.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mencintaijo.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mencintaijo.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mencintaijo.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mencintaijo.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mencintaijo.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mencintaijo.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mencintaijo.wordpress.com/1107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencintaijo.wordpress.com&amp;blog=2643266&amp;post=1107&amp;subd=mencintaijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mencintaijo.wordpress.com/2011/10/14/ketika-semua-tak-lagi-pernah-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0653b5d08741d8e93721ce5e42818edd?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mencintaijo.files.wordpress.com/2011/10/autumn-leaves-street_42-20714054.jpg?w=94" medium="image">
			<media:title type="html">autumn-leaves-street_~42-20714054</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
