Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Personal’ Category

Throwback (1)

Sepuluh tahun lalu…

“Hello, are you Jo?”

Dahiku mengernyit berusaha mengingat suara di saluran telepon. Sama sekali tidak bisa kukenali.

Yes, speaking…

Oh, great. Can we meet? There’s something I need to tell you…”

Do I know you?

Oh, sorry forgot to tell my name. I’m Michelle. I got your number from Renee…”

Mendengar nama Renee, jantungku langsung berdetak kencang. Segala pikiran buruk berseliweran di dalam kepala.

Is there anything bad happen to her?

No no no, don’t get wrong on my call. I just need to talk to you but I think it’s better we meet rather we talk on the phone. Can you spare your time today? ’bout lunchtime, maybe?”

I only have 30 minutes. 1 PM, I’ll text you the address.”

Okay, see you, Jo!

Kukirimkan sebuah alamat kafe terdekat kantor. Jarum jam di dinding menunjukkan pukul sebelas. Masih ada waktu satu jam untuk menyicil pekerjaan sebelum bertemu dengan Michelle.

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

When She Comes

green_leaf-2560x1600“Setelah berkali-kali pacaran-putus-pacaran lagi-putus lagi, apakah kamu masih percaya sama yang namanya cinta, Jo?”

Pertanyaan Renee sejenak membuatku berhenti memotret anak jalanan yang tengah berebut makanan kotak pemberian dari seorang bapak tua penarik gerobak sampah, lalu kembali asyik menekuni kegiatanku. Renee yang telah terbiasa menghadapi sikapku dengan cueknya melanjutkan pertanyaannya.

“Bagaimana kabar mantanmu? Masih saling berkomunikasi?”

Hmm, cukup oke foto-foto hari ini. Lumayan, bisa kupakai untuk blog.

“Jooo!”

Aku meringis. Renee kalap memukuli bahuku.

“Apa-apaan sih kamu?!”

(more…)

Read Full Post »

Serendipity

how-to-make-a-wish-come-trueSebulan terakhir ini aku sempat berpikir kalau aku ini sebenarnya indigo. Ya seandainya bukan indigo tulen, paling tidak mungkin indigo “KW”. Betapa tidak, rasa-rasanya banyak hal terjadi di dalam hidupku sesuai dengan yang aku bayangkan.

Dulu aku pernah mengagumi seorang penulis dan membayangkan jika aku dapat kenal dekat dengannya. Penulis ini memiliki banyak sekali fans. Suatu hari tanpa sengaja kami bertemu di sebuah acara, kami berkenalan, mengobrol, sempat dekat, dan akhirnya kami berteman sampai sekarang. (more…)

Read Full Post »

large“Sabtu ini kamu kosong?”

Tatapanku beralih dari layar gawai ke wajahnya yang menunduk berkonsentrasi penuh mengaduk bakmi ayam yang penuh dengan sambal. Entah bagaimana lambungnya mengatasi rasa pedas itu, aku yang melihatnya saja selalu mengernyit menahan ngeri.

Aku memeriksa jadwal, “Hmm, ada apa?”

Kulihat rona wajahnya berubah ceria. Bibirnya yang merah kepedasan merekah. “Aku perform Sabtu ini. Habis itu lanjut lihat pementasan. Kamu bisa temani aku?”

“Pementasan apa? di mana?” Aku bertanya sekadarnya.

“Tentang perempuan. Di Goethe, Menteng. Bisa ya, plisss…” Tangannya menarik lenganku, merajuk bagai anak kecil yang meminta dibelikan mainan oleh ibunya.

(more…)

Read Full Post »

Ground Zero

depositphotos_89154032-stock-photo-coffee-cup-on-wood-tableButiran pasir basah lekat menempel di alas sneaker kesayanganku. Seharusnya tadi aku memakai sandal jepit seperti biasanya saja, toh tak ada yang akan sadar akan kehadiranku.

Mataku menyipit memandang sekeliling, sinar matahari pagi ini teramat silau. Pasti karena semalam hujan turun dengan sangat deras, pikirku. Kuarahkan pandanganku tepat ke arah jam tujuh dari tempatku berdiri.

Tempat itu masih sama, hanya sedikit berbeda di dekorasinya, namun sekilas masih belum berubah. Kursi pengunjung yang dulu ramai, sekarang hanya diisi beberapa orang yang tetap duduk di sana hanya sekadar menikmati suasana sekitarnya atau bahkan hanya duduk termenung sambil mengingat kenangan yang mungkin pernah mereka dapatkan dari tempat ini.

(more…)

Read Full Post »

Heartbeat Song

This is my heartbeat song and I’m gonna play it
Been so long I forgot how to turn it up up up up all night long
Oh up up all night long

You, where the hell did you come from?
You’re a different, different kind of fun
And I’m so used to feeling numb
Now, I got pins and needles on my tongue
Anticipating what’s to come
Like a finger on a loaded gun

I can feel it rising
Temperature inside me
Haven’t felt it for a lifetime

This is my heartbeat song and I’m gonna play it
Been so long I forgot how to turn it up up up up all night long
Oh up up all night long
This is my heartbeat song and I’m gonna play it
Turned it on
But I know you can take it up up up up all night long
Oh up up all night long (all night long)

I, I wasn’t even gonna go out
But I never would have had a doubt
If I have known where I’d be now

Your hands on my hips
And my kiss on your lips
Oh, I could do this for a lifetime

This is my heartbeat song and I’m gonna play it
Been so long I forgot how to turn it up up up up all night long
Oh, up up all night long
This is my heartbeat song and I’m gonna play it
Turned it on
But I know you can take it up up up up all night long
Oh up up all night long

Until tonight I only dreamed about you
I can’t believe I ever breathed without you
Baby, you make me feel alive and brand new
Bring it one more time, one more time

This is my heartbeat song and I’m gonna play it
Been so long I forgot how to turn it up up up up all night long
Oh up up all night long
This is my heartbeat song and I’m gonna play it
Turned it on
But I know you can take it up up up up all night long
Oh up up all night long

This is my heartbeat song and I’m gonna play it
Been so long I forgot how to turn it up up up up all night long
Oh up up all night long
This is my heartbeat song and I’m gonna play it
Turned it on
But I know you can take it up up up up all night long
Oh up up all night long

Read Full Post »

I Let You Go, Z….

4203709869_7177d30b8eSejak delapan bulan lalu saya selalu mengibaratkan hubungan saya dengan Z seperti menunggu seseorang yang tengah sakit dan terbaring koma dan selama beberapa bulan ini hidup dengan  ditunjang alat bantuan medis.

Harapan dan rasa ingin menyerah.

Dua kata itu yang selalu membuat saya bimbang sejak Z memutuskan hubungan kami melalui BBM. Seorang sahabat mengatakan bahwa saya tidak seharusnya bersikap seperti ini. Dan jawaban saya tetap sama. Saya tidak mau menyerah saat ini. Saya hanya butuh sebuah keajaiban. Meskipun berkali-kali saya sesumbar bahwa saya harus melanjutkan hidup, saya tahu bahwa saya tidak bisa “mencabut” semua alat bantu medis yang ada dan membiarkan hubungan saya yang “koma” pergi begitu saja. Tidak, kecuali Z yang ingin pergi, dan saya harus mendengarnya langsung dari mulutnya, tidak melalui BBM.

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »